Jumat, 06 Agustus 2010

Vantage Point Review

Release: February 22 2008
Directed by: Pete Travis
Running Time: 90 minute
Genre: Action, Thriller
Actor/Actress: Dennis Quaid, Matthew Fox, Forest Whitaker, William Hurt, Sigourney Weaver, Eduardo Noriega, Edgar Ramirez, Ayelet Zurer

Berawal dari nonton trailer Vantage Point yang kelihatannya menarik dan seru banget! Akhirnya sekelas milih film ini untuk jadi film Hollywood yang harus ditonton. Vantage Point menceritakan tentang penembakan seorang Presiden Amerika Henry Ashton yang diperankan oleh William Hurt dalam kunjungannya ke Salamanca, Spanyol dalam rangka memerangi teroris dan kemudian disusul dengan peledakan bom di sekitar podium. Film ini merupakan film action unik pertama yang gue tonton yang penyampaiannya itu melalui sudut pandang terdiri dari beberapa tokoh yang berbeda. Jadi, alurnya selalu mundur 25 menit setiap penayangan setiap sudut pandang berakhir. Nyeseknya lagi pas setiap lagi klimaksnya, waktunya mundur lagi. Film ini dimainkan oleh aktor-aktor yang professional yang bisa buat penontonnya penasaran. Film ini digarap oleh sutradara Pete Travis. Berdasarkan sudut-sudut pandangnya yaitu, Rex (Sigourney Weaver) merupakan seorang produser berita GNN yang merekam jalannya acara tersebut. Kemudian Thomas Barnes (Dennis Quaid) yang merupakan pengawal presiden yang aktingnya sangat bagus dalam memerankan tokohnya dan berpasangan dengan Kent Taylor (Matthew Fox) yang sama-sama menjaga keamanan presiden. Selanjutnya adalah Enrique, bertugas menjadi bodyguard Walikota dan yang tidak ia sangka ternyata kekasihnya, Veronica (Ayelet Zurer) merupakan teroris yang melemparkan tas berisi bom ke podium, serta Howard Lewis (Forest Whitaker) yang merupakan turis Amerika yang merekam semua kejadian dengan handycamnya. Yang ngga disangka banget, ternyata Presiden Ashton yang asli digantikan dengan yang palsu karena telah mendapat kabar bahwa presiden asli mendapatkan ancaman teroris. Seorang lelaki bernama Javier (Edgar Ramirez) yang diperalat untuk mengacaukan acara tersebut karena adiknya disandera oleh Veronica, kekasih Javier dan Sam (Eduardo Noriega) yang merupakan pimpinan teroris dan otak dibalik kasus ini. Sam mengendalikan kejahatannya itu hanya dengan PDA. Penembakan presiden juga dilakukan melalui PDA-nya yang canggih itu. Lalu, Sam dan Veronica menyamar menjadi petugas medis dan semata-mata hanya ingin menyadera Presiden Ashton yang asli dan membawanya kabur. Setelah sampai klimaksnya, ending film ini bener-bener ngga disangka. Semuanya berakhir di underpass ketika seorang anak kecil bernama Anna yang sedang menyebrang jalan untuk mencari ibunya yang hilang akibat kericuhan di acara tersebut. Bersamaan saat Anna ingin menyebrangi jalan, datanglah mobil yang dikendarai Sam dan Veronica dengan kecepatan tinggi. Karena tidak ingin menabrak Anna, maka Sam membanting stir mobil sehingga mobil yang ia kendarai terbalik dan mereka berdua mati. Dari semua sudut pandang, ternyata semua tokoh antagonis berakhir dengan kekalahan. Sehingga premis yang mengatakan bahwa tidak ada kejahatan yang dimenangkan terbukti pada film ini.



Secara teknis, film ini udah sangat bagus, layaknya film-film Hollywood lainnya. Dari segi pengambilan gambar, camera movement, dan proses editingnya juga udah bagus. Sound effect yang menegangkan itu sangat mempengaruhi kita juga yang nonton, jadi deg-deganan sendiri ataupun penasaran sama adegan selanjutnya. Apalagi ditambah scriptnya yang selalu ngulang alur. Script writer film ini sangat membantu banget karena gara-gara idenya yang kreatif film ini laku dipasaran. Jarang-jarang kan ada film yang kaya gini? Tapi sampe sekarang gue belom nemuin kejanggalan film ini. Gue paling suka camera movement pas adegan yang di underpass, waktu ngeshot dari atas mobil terus lanjut sampe view dari dalam mobil. Bagus deh pokoknya! Terus, film ini bisa di tonton untuk anak SMP juga. Film ini ngegemesin banget pas setiap alurnya mundur dan balik ke waktu 11:59 dan sampe boseeeen harus berulang-ulang kali ngeliat shot penembakan presidennya. Di film ini ngga ada adegan ciuman atau adegan yang parah kaya film Hollywood lainnya. Jadinya anak SMP juga udah bisa nonton film ini. Dan agak mengecewakan sedikit pas endingnya ternyata tokoh-tokoh antagonisnya mati gara-gara mobilnya terbalik. Tapi film ini oke bangetlah untuk orang yang suka film action yang memacu adrenalin banget! Harus banget film ini ditonton looooh…