Sabtu, 09 Oktober 2010

Hot Fuzz Review


Release: February 14, 2007
Directed by: Edgar Wright
Running time: 121 minutes
Actor/Actress: Simon Pegg and Nick Frost





Balik lagi nih ke nge-review film-film ternama. Hot Fuzz ini adalah review film yang terakhir. Awal ngeliat trailernya aja udah kocak dan keren. Nah, tapi pas nontonnya di menit awal-awal agak bosen juga, kira-kira sepuluh menit pertama, sampe agak ngantuk-ngantuk. Tapi emang yaa awal film belom tentu menentukan akhir, akhir ceritanya superduper ngga bisa ditebak banget, seruu banget pokoknya. Hot Fuzz merupakan film Eropa yang bisa dibilang cukup oke, belom lagi film ini diproduseri oleh Edgar Wright yang juga punya andil dalam pembuatan naskah ini. Film ini juga ditunjang sama pemain-pemain yang ternama dan terkenal oke punya! Jadi aktingnya bener-bener natural ngga dibuat-buat. Film ini dibintangi oleh Simon Pegg sebagai Sergeant Nicholas Angel yang multitalented banget soalnya dia juga punya andil dalam pembuatan naskah film ini. Dan juga dibintangi oleh Nick Frost yang berperan sebagai Danny Butterman yang memiliki acting sangat bagus karena ia sangat kocak.


Hot Fuzz, sebuah film yang bener-bener hot ini menceritakan tentang seorang sersan kepolisian yang canggih, cerdas, cepat tanggap, dan pasti cool dalam setiap menghadapi masalah criminal. Awalnya ia bertugas di London. Namun pada suatu saat ia dipindahkan ke sebuah desa yang bernama Sanford. Desa itu sangat tentram, damai, dan juga bersih, bener-bener suasana pedesaan banget deh. Dan juga hamper tidak ada masalah criminal yang terjadi di desa itu. Namun, setelah ditelusuri ternyata orang-orang di desa itu memiliki sikap yang bisa dibilang “luar biasa” banget yang cepat beraksi dan pintar menyembunyikan sesuatu. Jadi, desa yang bersih atau tertata itu hanyalah kamuflase belaka. Namun, setelah kedatangan Nicholas Angel, semua kejadian yang tidak disangka-sangka akhirnya terungkap juga. Angel sangat ingin mengungkap semua kejahatan yang dilakukan oleh warga desa karena ia merupakan polisi yang sangat bertanggung jawab pada tugasnya. Polisi-polisi di daerah Sanford kayanya ga oernah peduli sama yang namanya criminal di desa itu, santai-santai aja seperti Danny Butterman. Tetapi pada akhirnya Angel merubah kepribadian Danny menjadi sigap dan tegas, serta pada ending film ini, Angel dan Danny yang mengungkap semua kepalsuan yang telah terdoktrin di desa Sanford yang sangat “tentram”.


Kira-kira itu ringkasan cerita dari Hot Fuzz, untuk lebih jelasnya dan lebih serunya berasa, film ini harus ditonton dari awal sampe akhir yaa!!





Film ini mempuyai alurnya yang sangat unik, alurnya lancar, agak menyeramkan namun ada adegan-adegan yang kocak ditengah-tengah adegan yang emang bener-bener sadis. Jadi, bukan cuma ngeri aja pas liat adegan sadisnya, tapi juga kita bisa ketawa-ketawa saking kocaknya. Hal yang bener-bener ngga disangka banget deh pokoknya. Proses editingnya juga oke banget, rapi dan sangat tersusun banget seperti contoh ada dua kejadian yang berlangsung, namun dipadukan dan di kejadian yang lagi tegang-tegangnya berlangsung. Nah itu dia yang bikin penasaran pas lagi nontonnya. Adegan ekstrim pada setiap pembunuhan yang berlangsung terlihat sangat nyata, terutama pada pembunuhan yang terjadi di kawasan gereja. Bener-bener sadih, nyata, dan juga bikin enek buat orang yang anti sama darah. Semua editing ini berkat kepiawaian Chris Dickens yang sangat ahli dibidangnya. Sound effect juga sangat mempengaruhi kualitas film ini sangat ngena banget setiap adegan-adegan ekstrim akan terjadi. Script writternya juga berhasil membuat kita bingung siapa pelaku dibalik semua kejahatan dan itu emang bener-bener sukses. Dari segi teknis lainnya seperti pengambilan gambar, movement, dan shot juga tepat dan enak dilihat serta rapi. Dalam film Eropa dan Hollywood memiliki cara teknis yang berbeda yang menunjukan khas perfilman mereka masing-masing, terdapat angel-angel yang berbeda pada setiap pengambilan gambar. Jadi, kita bisa membedakan yang mana film Eropa atau Hollywood.

Premis pada film ini adalah untuk tidak menyerah pada hal apapun, terutama dalam mengungkap fakta yang ada, serta jangan pernah merasa kalau apa yang diperbuat diri kita itu selalu benar, sehingga kita harus menyingkirkan orang-orang yang tidak sejalan dengan kita, yang bisa disebut jangan terlalu terobsesi akan dipuja dan dipuji orang.


Buat yang belom nonton, ayo nonton film yang ngga disangka-sangka ini ya. Harus looh karena seru banget!!

Jumat, 17 September 2010

3 Idiots Review



Release: Desember 25 2009
Directed by: Vidhu Vinod Chopra
Running time: 164 minutes
Actor/Actress: Aamir Khan, R. Madhavan, Sharman Joshi, Kareena Kapoor , Boman Irani






3 Idiots menjadi pilihan film Bollywood anak-anak sekelas buat ditonton. Covernya aja udah keliatan menarik banget, apalagi dipacu oleh tampang ketiga tokoh 3 idiots yang bener-bener kocak. Film ini the best banget deh! Film Bollywood paling oke soalnya Vidhu Vinod Chopra sebagai produser film ini. Selain itu film ini juga ditunjang oleh pemain-pemain papan atas yang berkualitas dan oke-oke!

3 Idiots merupakan film yang inspiratif! Film yang menceritakan kisah persahabatan tiga orang mahasiswa ICE di India yang berteman akrab mulai dari tahun ajaran pertama dan merupakan teman sekamar. Mereka adalah Rancho (Aamir Khan), Farhan (R. Madhavaan), dan Raju (Sharman Joshi). Namun, konflik yang terjadi disini adalah hilangnya Rancho setelah masa kelulusan. Sehingga menggugah kedua temannya untuk mencari Rancho setelah mereka menjadi orang-orang sukses.




Rancho adalah pemuda yang sangat pintar dan cerdas di umurnya. Selalu memiliki pemikiran yang berbeda dari teman-temannya dan melakukan hal-hal baru yang sangat tidak disangka. Rancho juga sangaaaaaat menginspirasi dan menyemangati teman-temannya dengan kalimat-kalimat bijaksana yang diucapkannya mengenai arti hidup dan perjuangan. Sedangkan Farhan adalah seorang pemuda yang memiliki bakat fotografi. Namun, ayahnya menginginkan agar ia melanjutkan kuliah teknik mesin yang sama sekali tidak diminatinya. Karena tidak berani menentang ayahnya, ia melanjutkan studi itu dan memendam rasa untuk menjadi fotografer. Dan yang terakhir adalah Raju. Raju adalah seorang pemuda yang berasal dari keluarga tidak mampu. Ayahnya yang sakit-sakitan, ibunya merupakan pensiunan guru yang memiliki penghasilan pas-pasan, serta mempunyai kaka perempuan yang belum menikah karena kendala biaya. Belum lagi aktingnya Kareena Kapoor sebagai Pia yang sangat memukau dan pada akhir cerita menjadi pasangan Rancho J. Selain itu, Boman Irani sebagai Profesor Viru Sahastrabudhhe atau dengan julukan VIRUS ini berakting sangat baguuuuuus. Mulai dari kocak, ngeselin, dan macem-macemnya juga bisa ia perankan. Untung pada akhirnya ia jadi orang yang lebih baik. Endingnya juga mengesankan, ngga nyangka banget kalo Rancho jadi seorang ilmuwan yang bener-bener hebat!


Banyaknya lika-liku dalam kisah ini. Semua kisah terangkum dalam kisah ini, mulai dari percintaan, pendidikan, kocak, haru, dan segala ketegangan pun ada disini. Walaupun film ini memiliki durasi yang lamaaaa banget, tapi film ini ngga bikin bosen para penontonnya soalnya punya cerita yang bikin penonton penasaran gimana lanjutan ceritanya. Menurut pendapat pribadi, script writer film ini sangat sangat sangat kreatif karena berhasil buat cerita dengan alur seperti ini dan peristiwa-peristiwa yang emang bener-bener bagus, mulai dari kekocakan yang bisa keinget terus dan kepintaran Rancho menemukan solusi untuk masalahnya, dan solusinya pun bener-bener amazing deh! Hehehe. Seperti biasa, film Bollywood identik dengan tarian dan lagu-lagu. Nah di film ini, walaupun udah lebih modern dan ada unsur Hollywood tapi plot tarian serta joged-jogednya tetep ada dan dengan durasi yang lama juga. Jadi, ciri khas film Bollywood ini ga pernah hilang. Film ini juga mengajarkan banyak hal pada kita, yaitu untuk selalu berdoa agar apa yang diinginkan bisa tercapai (seperti yang sering dilakukan oleh Raju yaitu berdoa), jangan pernah menyerah sama yang namanya masalah, masalah harus dihadapi dengan bijak dan juga cepat tanggap, dan satu lagi adalah untuk menolong antar sesame tanpa pamrih tentunya! Bingung juga mau nentuin kekurangan di film ini soalnya film ini udh hamper sempurna, mungkin saja hanya pengambilan gambar aja mulai dari angle-angle nya yang agak kurang pas. Tapi, dari segi pengeditan, penulisan naskah, dan camera movement udah bisa buat dikasih acungan jempol. Film ini ngga kalah bagus sama Hollywood. Makna film ini lebih berasa deh. Sound effectnya juga membuat film ini lebih bagus, tanpa sound effect mungkin ga berasa dagdigdugnya! Hahaha. Pokoknya setiap adegan film ini bakal terus inget deh karena lelucon-leluconnya yang bener-bener buat ketawa bangeeet dan juga satu kalimat yang diucapkan oleh Rancho yaitu selalu ucapkan “All is Well” pada setiap masalah yang dihadapi. Walaupun ngga langsung menyelesaikan masalah, tetapi seengganya bisa menambah semangat kita untuk mengahadapi masalah itu :D 

Bagi yang belum nonton film ini, pokoknya harus bangeeet nonton ini. Dijamin ngga bakal nyesel dan pasti pengen nonton lagi dan lagi……

Jumat, 06 Agustus 2010

Vantage Point Review

Release: February 22 2008
Directed by: Pete Travis
Running Time: 90 minute
Genre: Action, Thriller
Actor/Actress: Dennis Quaid, Matthew Fox, Forest Whitaker, William Hurt, Sigourney Weaver, Eduardo Noriega, Edgar Ramirez, Ayelet Zurer

Berawal dari nonton trailer Vantage Point yang kelihatannya menarik dan seru banget! Akhirnya sekelas milih film ini untuk jadi film Hollywood yang harus ditonton. Vantage Point menceritakan tentang penembakan seorang Presiden Amerika Henry Ashton yang diperankan oleh William Hurt dalam kunjungannya ke Salamanca, Spanyol dalam rangka memerangi teroris dan kemudian disusul dengan peledakan bom di sekitar podium. Film ini merupakan film action unik pertama yang gue tonton yang penyampaiannya itu melalui sudut pandang terdiri dari beberapa tokoh yang berbeda. Jadi, alurnya selalu mundur 25 menit setiap penayangan setiap sudut pandang berakhir. Nyeseknya lagi pas setiap lagi klimaksnya, waktunya mundur lagi. Film ini dimainkan oleh aktor-aktor yang professional yang bisa buat penontonnya penasaran. Film ini digarap oleh sutradara Pete Travis. Berdasarkan sudut-sudut pandangnya yaitu, Rex (Sigourney Weaver) merupakan seorang produser berita GNN yang merekam jalannya acara tersebut. Kemudian Thomas Barnes (Dennis Quaid) yang merupakan pengawal presiden yang aktingnya sangat bagus dalam memerankan tokohnya dan berpasangan dengan Kent Taylor (Matthew Fox) yang sama-sama menjaga keamanan presiden. Selanjutnya adalah Enrique, bertugas menjadi bodyguard Walikota dan yang tidak ia sangka ternyata kekasihnya, Veronica (Ayelet Zurer) merupakan teroris yang melemparkan tas berisi bom ke podium, serta Howard Lewis (Forest Whitaker) yang merupakan turis Amerika yang merekam semua kejadian dengan handycamnya. Yang ngga disangka banget, ternyata Presiden Ashton yang asli digantikan dengan yang palsu karena telah mendapat kabar bahwa presiden asli mendapatkan ancaman teroris. Seorang lelaki bernama Javier (Edgar Ramirez) yang diperalat untuk mengacaukan acara tersebut karena adiknya disandera oleh Veronica, kekasih Javier dan Sam (Eduardo Noriega) yang merupakan pimpinan teroris dan otak dibalik kasus ini. Sam mengendalikan kejahatannya itu hanya dengan PDA. Penembakan presiden juga dilakukan melalui PDA-nya yang canggih itu. Lalu, Sam dan Veronica menyamar menjadi petugas medis dan semata-mata hanya ingin menyadera Presiden Ashton yang asli dan membawanya kabur. Setelah sampai klimaksnya, ending film ini bener-bener ngga disangka. Semuanya berakhir di underpass ketika seorang anak kecil bernama Anna yang sedang menyebrang jalan untuk mencari ibunya yang hilang akibat kericuhan di acara tersebut. Bersamaan saat Anna ingin menyebrangi jalan, datanglah mobil yang dikendarai Sam dan Veronica dengan kecepatan tinggi. Karena tidak ingin menabrak Anna, maka Sam membanting stir mobil sehingga mobil yang ia kendarai terbalik dan mereka berdua mati. Dari semua sudut pandang, ternyata semua tokoh antagonis berakhir dengan kekalahan. Sehingga premis yang mengatakan bahwa tidak ada kejahatan yang dimenangkan terbukti pada film ini.



Secara teknis, film ini udah sangat bagus, layaknya film-film Hollywood lainnya. Dari segi pengambilan gambar, camera movement, dan proses editingnya juga udah bagus. Sound effect yang menegangkan itu sangat mempengaruhi kita juga yang nonton, jadi deg-deganan sendiri ataupun penasaran sama adegan selanjutnya. Apalagi ditambah scriptnya yang selalu ngulang alur. Script writer film ini sangat membantu banget karena gara-gara idenya yang kreatif film ini laku dipasaran. Jarang-jarang kan ada film yang kaya gini? Tapi sampe sekarang gue belom nemuin kejanggalan film ini. Gue paling suka camera movement pas adegan yang di underpass, waktu ngeshot dari atas mobil terus lanjut sampe view dari dalam mobil. Bagus deh pokoknya! Terus, film ini bisa di tonton untuk anak SMP juga. Film ini ngegemesin banget pas setiap alurnya mundur dan balik ke waktu 11:59 dan sampe boseeeen harus berulang-ulang kali ngeliat shot penembakan presidennya. Di film ini ngga ada adegan ciuman atau adegan yang parah kaya film Hollywood lainnya. Jadinya anak SMP juga udah bisa nonton film ini. Dan agak mengecewakan sedikit pas endingnya ternyata tokoh-tokoh antagonisnya mati gara-gara mobilnya terbalik. Tapi film ini oke bangetlah untuk orang yang suka film action yang memacu adrenalin banget! Harus banget film ini ditonton looooh…